KMP ICARE BRMP Sistem Dorong Pemanfaatan Sumber Daya Lokal untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair
Bengkayang, 21 Agustus 2026 — BRMP Sistem melalui Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) Program ICARE mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagian dari penerapan teknologi pertanian yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan petani. Salah satu bentuknya dilakukan melalui pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan rumput di BPP Capkala, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Provinsi Kalimantan Barat sebagai bagian dari transfer inovasi dan pendampingan teknis kepada penyuluh dan petani. Pelatihan diikuti 50 peserta yang terdiri atas penyuluh pertanian dan petani dari Kecamatan Capkala, Monterado, dan Samalantan.
Dalam kegiatan tersebut, POPT dari Laboratorium Pengamat Hama dan Penyakit (LPHP) Sambas, UPT PTPH Provinsi Kalimantan Barat, memberikan materi dan praktik pembuatan POC dengan memanfaatkan rumput yang tersedia di sekitar lahan. Pemanfaatan bahan lokal tersebut menjadi salah satu contoh penerapan teknologi sederhana yang dapat dikembangkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Rumput dimanfaatkan sebagai bahan organik yang kemudian diolah melalui proses perendaman atau fermentasi dalam air. Dalam praktiknya, rumput dimasukkan ke dalam wadah, kemudian ditambahkan air hingga seluruh bahan terendam dan difermentasi selama tujuh hari. Proses tersebut menghasilkan larutan organik yang selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam budidaya tanaman sesuai dengan tata cara dan dosis yang diperkenalkan dalam pelatihan.
Pemanfaatan bahan organik lokal seperti rumput diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya yang tersedia di sekitar lahan. Pendekatan ini juga dapat mendorong pemanfaatan bahan organik yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Dalam pelatihan, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan POC melalui pengenceran 100 ml POC dalam 10 liter air, yang selanjutnya dapat diaplikasikan dengan penyiraman atau penyemprotan pada tanaman. Dosis tersebut merupakan bagian dari materi praktik yang diberikan kepada peserta dan penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik POC serta kebutuhan tanaman.
Kegiatan ini menunjukkan peran KMP ICARE sebagai sarana transfer teknologi dan pendampingan yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong penyuluh dan petani untuk mengenali serta memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Pendampingan lanjutan diharapkan dapat mendukung penerapan teknologi secara tepat dan berkelanjutan sesuai